Toyota dan Perusahaan Cina Mulai Kembangkan Maps untuk Mobil Nirsopir

Raksasa otomotif asal Jepang, Toyota Motor Corp yang bermitra dengan start-up autonomous Cina, Momenta, mengembangkan platform HD Maps untuk mobil tanpa sopir. Peta merupakan kunci untuk memungkinkan kendaraan otonom untuk menemukan jalan sendiri.

Melansir Reuters, Toyota tengah mengembangkan apa yang disebut Automated Mapping Platform (AMP). Sistem ini akan menghasilkan data untuk peta yang akurat, dan selalu diperbaharui. Sistem ini, juga akan dapat diakses oleh pengembangan industri.

Selain itu, Momenta yang didirikan tiga tahun lalu dengan dukungan Daimler ini tengah menguji mobil otonom di Beijing dan Suzhou. Teknologi ini akan menyediakan Maps canggih berbasis kamera untuk membantu mengkomersialkan AMP di Cina.

Sementara itu, Toyota juga mencakup usaha dengan SoftBank Corp, dan investasi dalam pengembangan robotaxi, Uber ATG.

Berbicara soal pengembangan mobil tanpa supir, lima produsen asal Negeri Matahari terbit, termasuk Suzuki dan Mazda pekan lalu menegaskan bakal berinvestasi sebesar 2 persen, dalam usaha layanan mobil tanpa supir milik SoftBank Corp dan Toyota Motor Corp.

Kerjasama 5 Pabrikan

Melansir Reuters, kelima pabrikan tersebut adalah Suzuki, Mazda, Subaru Corp, Isuzu Motors, dan divisi mobil kompak Toyota-Daihatsu, dan masing-masing akan berinvestasi 57,1 yen atau setara Rp 7,4 miliar.

Dalam usaha kerjasama tersebut, bakal dijuluki Monet, dengan saham sebesar 2 persen. Sementara itu, SoftBank dan Toyota masing-masing akan mempertahankan saham 35 persen di perusahaan.

Sedangkan investor lainnya, yaitu Honda Motor Co Ltd dan juga Hino Motors Ltd, bergabung dengan pembuatan truk Toyota, dengan saham masing 10 persen.

Sebagai informasi, perusahaan ini diresmikan pada Oktober, dan berencana untuk meluncurkan bus dan layanan mobil di Jepang tahun depan. Selain itu, perusahaan ini juga berencana untuk menghadirkan kendaraan listrik pada 2023.

Investasi baru ini akan membuat Suzuki, Mazda dan Subaru memperdalam kemitraan dengan Toyota. Pasalnya, mereka telah sepakat untuk memanfaatkan daya R&D pembuat mobil terbesar Jepang untuk mobil listrik dan teknologi kendaraan masa depan lainnya.

Sumber : Liputan6.com

Stay Connected